Terakhir diperbarui: 19 Agustus 2026
Quick Answer: Kode botol plastik 1–7 adalah Resin Identification Code (RIC) yang menandai jenis resin, bukan tingkat keamanan atau kualitas. Kode 1 PET, 2 HDPE, 3 PVC, 4 LDPE, 5 PP, 6 PS, 7 Other. Pemilihan kemasan dan label yang sesuai tetap harus mempertimbangkan jenis produk, kondisi penggunaan, dan spesifikasi material.
Pernah melihat angka 1, 2, 5, atau angka lain di bagian bawah botol plastik? Angka itu bagian dari sistem identifikasi material plastik yang disebut Resin Identification Code (RIC).
Memahami kode botol plastik membantu pelaku usaha mengenali jenis material kemasan — sekaligus jadi pertimbangan penting saat memilih kemasan untuk makanan, minuman, atau produk rumah tangga. Yang perlu diingat: angka pada kode plastik bukan peringkat keamanan. Kode 5 tidak otomatis lebih aman daripada kode 1.
Lalu, apa arti kode 1–7? Apa beda PET, HDPE, dan PP? Dan bagaimana memilih kemasan (termasuk label yang menempel di atasnya) yang tepat?
Apa Arti Kode Botol Plastik 1–7?
Kode botol plastik 1–7 menunjukkan jenis resin yang digunakan, bukan urutan tingkat keamanan atau kualitas. Sistem Resin Identification Code membantu mengenali material plastik untuk mendukung proses pemilahan dan penanganan setelah digunakan.
Tujuh kategorinya:
- Kode 1 — PET/PETE (Polyethylene Terephthalate)
- Kode 2 — HDPE (High-Density Polyethylene)
- Kode 3 — PVC (Polyvinyl Chloride)
- Kode 4 — LDPE (Low-Density Polyethylene)
- Kode 5 — PP (Polypropylene)
- Kode 6 — PS (Polystyrene)
- Kode 7 — Other, plastik atau kombinasi material di luar kategori 1–6
ASTM menegaskan bahwa RIC digunakan untuk mengidentifikasi resin, dan tidak boleh disamakan dengan tanda bahwa produk pasti dapat didaur ulang. Artinya, angka 5 pada sebuah wadah tidak otomatis membuatnya lebih aman daripada angka 1 — kesesuaian penggunaan tetap ditentukan oleh material, desain, spesifikasi, dan tujuan penggunaan.
Standar serupa juga diatur secara internasional lewat ISO 11469:2016, yang mengatur identifikasi dan penandaan generik pada produk plastik — memperkuat bahwa sistem kode ini memang dirancang untuk keperluan identifikasi material, bukan klasifikasi keamanan.

Apakah Kode Plastik Menentukan Keamanan Kemasan?
Tidak. Kode plastik tidak bisa dipakai sendirian untuk menentukan keamanan kemasan — angka RIC terutama berfungsi mengidentifikasi jenis resin, bukan recycle code atau sertifikat keamanan.
Untuk kemasan pangan, penilaian kesesuaian perlu melihat lebih dari sekadar angka 1–7:
- jenis material
- tujuan penggunaan kemasan
- jenis makanan/minuman yang dikemas
- kondisi suhu penggunaan
- desain dan konstruksi kemasan
- spesifikasi dari produsen
- ketentuan keamanan kemasan pangan yang berlaku
Pertanyaan yang lebih tepat bukan “kode plastik mana yang paling aman?”, tapi “apakah material dan produk kemasan ini sesuai untuk penggunaan yang dimaksud?”
Untuk konteks Indonesia, ketentuan ini diatur lebih rinci lewat Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2026 tentang Kemasan Pangan, yang berlaku sejak 30 Juni 2026 dan menggantikan aturan sebelumnya (Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2019).
Apakah Kode Plastik Menunjukkan Produk Bisa Didaur Ulang?
Tidak selalu. Kode plastik membantu identifikasi material, tapi tidak menjamin produk pasti bisa didaur ulang. Kemampuan daur ulang juga dipengaruhi kondisi material, desain produk, sistem pengumpulan, dan infrastruktur pengelolaan limbah yang tersedia. ASTM menyatakan RIC tidak menunjukkan bahwa produk telah didaur ulang atau tersedia sistem efektif untuk memprosesnya.
Kesalahan Umum Saat Memilih Botol Plastik
Kesalahan memilih kemasan biasanya bukan karena tidak tahu kode plastik, tapi karena kode dijadikan satu-satunya dasar keputusan.
Memilih Kemasan Hanya Berdasarkan Harga
Harga murah tidak selalu berarti biaya lebih rendah dalam jangka panjang. Kemasan yang tidak sesuai bisa memicu produk bocor, kemasan berubah bentuk, produk rusak selama distribusi, hingga naiknya retur/komplain. Bandingkan harga bersama kualitas, spesifikasi, dan kesesuaian kebutuhan bisnis.
Tidak Mempertimbangkan Kesesuaian Label atau Stiker dengan Jenis Plastik
Permukaan tiap jenis resin punya karakteristik berbeda, dan ini memengaruhi daya rekat label. Label yang menempel sempurna di botol PET belum tentu hasilnya sama di HDPE atau PP, karena tekstur permukaan dan sifat materialnya berbeda. Kesalahan ini sering membuat label mudah terkelupas, bergelombang, atau tidak presisi saat aplikasi mesin. Sebelum produksi massal, ada baiknya melakukan uji tempel label pada sampel kemasan yang akan dipakai.
Untuk kemasan botol berbahan PVC atau PET, Label botol shrink pvc & label opp menjadi pilihan yang umum digunakan karena mampu menyesuaikan bentuk botol secara presisi saat proses shrinking, sekaligus memberikan hasil cetak yang tahan gesekan dan kelembapan. Pemilihan jenis label yang tepat, disesuaikan dengan material dan bentuk kemasan, membantu menghindari masalah label yang mengerut tidak rata atau sobek saat proses aplikasi.
Konsistensi hasil pelabelan juga dipengaruhi oleh kompatibilitas antara jenis label dan alat aplikasinya. Sebelum produksi dalam jumlah besar, penting memastikan mesin label stiker yang digunakan sesuai dengan ukuran, bentuk, dan material botol, agar proses pemasangan label berjalan presisi tanpa cacat produksi seperti label miring atau gelembung udara.
Mengabaikan Kesesuaian Kemasan dengan Mesin Sealing
Kemasan harus kompatibel dengan proses produksi. Untuk gelas plastik dan lid cup misalnya, ukuran, bentuk, material, serta karakteristik sealing perlu sesuai agar penutupan berlangsung konsisten. Kombinasi yang tidak cocok bisa menyebabkan seal tidak sempurna, kemasan mudah bocor, atau proses produksi melambat.
Tidak Memeriksa Spesifikasi Supplier
Kode resin yang sama tidak berarti semua produk punya spesifikasi sama — bisa berbeda dari sisi bahan baku, ketebalan, desain, hingga toleransi ukuran. Mintalah informasi spesifikasi produk ke supplier sebelum membeli dalam jumlah besar.
Checklist Memilih Botol Plastik dan Kemasan Food Grade
Sebelum membeli kemasan dan label dalam jumlah besar, gunakan checklist ini:
- Pastikan jenis plastik sesuai kebutuhan produk.
- Periksa apakah kemasan memang ditujukan untuk kontak makanan/minuman.
- Tanyakan spesifikasi material ke supplier.
- Periksa ukuran, ketebalan, bentuk, dan desain kemasan.
- Pastikan kemasan sesuai kondisi suhu penggunaan.
- Uji daya rekat label/stiker pada material plastik yang dipakai — jangan asumsikan semua label cocok di semua jenis resin.
- Jika pakai mesin otomatis, cek kompatibilitas kemasan (termasuk lid cup) dengan mesin sealing.
- Minta dokumen pendukung dari supplier bila diperlukan.
- Pastikan spesifikasi produk konsisten untuk pembelian berikutnya.
Checklist ini mengubah pemilihan kemasan dari sekadar soal harga menjadi keputusan berbasis fungsi dan kebutuhan produksi.
Kesimpulan
Kode botol plastik 1–7 adalah sistem identifikasi jenis resin, bukan urutan keamanan, kualitas, atau jaminan daur ulang. PET (kode 1) umum untuk botol minuman, HDPE (kode 2) dikenal kuat dan tahan benturan, sementara PP (kode 5) banyak dipakai untuk wadah makanan karena tahan panas relatif baik.
Memilih kemasan yang tepat tidak cukup hanya dengan melihat angka di bagian bawah botol. Jenis produk, suhu penggunaan, spesifikasi material, kompatibilitas mesin, hingga kesesuaian label yang menempel di atasnya juga perlu diperhatikan — karena label yang tidak cocok dengan material plastik bisa memengaruhi tampilan dan daya jual produk. WirausahaGroup memproduksi label dan stiker kemasan yang disesuaikan dengan karakteristik material plastik seperti PET, HDPE, atau PP, termasuk kebutuhan lid cup untuk gelas plastik.
Dengan memahami kode botol plastik, pelaku usaha bisa membuat keputusan kemasan yang lebih terukur — bukan sekadar berdasarkan harga atau angka di kemasan.
FAQ Kode Botol Plastik
Apa arti angka pada kode botol plastik?
Angka menunjukkan kategori resin atau material utama plastik. Kode 1–7 adalah bagian dari Resin Identification Code, bukan peringkat kualitas, keamanan, atau jaminan produk bisa didaur ulang.
Kode botol plastik mana yang paling aman untuk makanan?
Tidak ada satu kode yang otomatis paling aman untuk semua kondisi. PET, HDPE, dan PP umum dipakai di kemasan pangan, tapi kesesuaiannya tetap bergantung pada spesifikasi produk, tujuan, dan kondisi penggunaan.
Apa perbedaan PET, HDPE, dan PP?
PET ringan dan transparan, cocok untuk botol minuman. HDPE kuat dan tahan benturan. PP tahan panas relatif baik, cocok untuk wadah makanan.
Apakah botol plastik kode 1 atau PET bisa digunakan kembali?
Tidak otomatis. Banyak botol PET dirancang untuk penggunaan sekali pakai. Untuk pemakaian berulang, pilih produk yang memang dirancang dan dinyatakan untuk itu.
Apakah plastik kode 5 atau PP aman untuk makanan panas?
PP tahan panas relatif baik, tapi kode 5 saja tidak menjamin semua produk PP cocok untuk semua makanan panas. Ikuti spesifikasi produk dan pastikan kemasan memang untuk kontak pangan.
Apakah semua jenis label bisa menempel di semua jenis plastik?
Tidak. Daya rekat label dipengaruhi tekstur dan sifat permukaan resin — PET, HDPE, dan PP punya karakteristik berbeda. Sebaiknya sesuaikan jenis label/perekat dengan material botol dan uji tempel dulu sebelum produksi massal.
Apakah kode plastik menunjukkan produk bisa didaur ulang?
Tidak. Kode plastik terutama mengidentifikasi material resin, dan tidak menjamin daur ulang karena itu juga bergantung pada sistem pengumpulan dan fasilitas pengolahan yang tersedia.
Bagaimana cara mengetahui plastik benar-benar food grade?
Jangan hanya lihat kode resin. Periksa informasi dari produsen/supplier soal peruntukan kontak pangan, kondisi penggunaan, spesifikasi produk, dan dokumen pendukung bila tersedia.
Referensi dan Regulasi
- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) — Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2026 tentang Kemasan Pangan
- ASTM International — ASTM D7611, Standard Practice for Coding Plastic Manufactured Articles for Resin Identification
- ISO — ISO 11469:2016, Plastics — Generic identification and marking of plastics products


